Sukses di usia muda adalah kebangaaan, semua sudah bisa didapatkan tanpa harus menunggu usia dewasa. Tapi apakah kekayaan di usia muda b...
Sukses di usia muda adalah kebangaaan, semua sudah bisa didapatkan tanpa harus menunggu usia dewasa. Tapi apakah kekayaan di usia muda bisa menjamin kebahagiaan di usia senja nanti
Apa jadinya bila kita sudah terbiasa hidup mewah namun disuruh belajar hidup mulai dari bawah? Kisah sedih sekaligus kisah yang mampu menginspirasi kita semua ini muncul dari pasangan Marianne Friedman Foote dan Frank. Sepasang gelandangan ini sering terlihat bahkan tidur di taman Central Park sejak bulan Agustus tahun 2016 lalu. Di masa mudanya Friedman menjalani hidup layaknya sebuah kisah dongeng, dirinya adalah pewaris sah sebuah perusahaan tekstil terbesar di Manhattan pada zamannya yaitu Insidor Kaplan. Friedman menceritakan kalau dulu keluargannya memiliki apartemen seluas 4000 Hektar dengan konsep art deco jika dijual nilainya lebih dari 131 miliar.
Meski dia lulusan Keperawatan dari Boston University dia merasa dirinya tidak perlu mencari rejeki, sebab dalam usia mudanya kala itu uang bisa datang sendiri. Namun cerita dongeng Friedman berubah ketika kakeknya meninggal dunia, ibunya Fried depresi lalu menjual warisan kakeknya yang bernilai jutaan dollar. Waktu terus berputar hingga Ibunya meninggal, pada saat itu Friedman tidak tahu cara menjalankan bisnis apartemenya, sehingga ia menjual apartemen senilai 131 miliar dengan harga 40 Miliar saja. Hasil dari penjualan apartemen itu dibagi dengan adiknya sebesar 20 Miliar.
Fried sempat menikah sekaligus menjadi momen pernikahan pertama yang ia jalani dengan seorang FBI, sayangnya hubungan mereka berantakan. Merekapun bercerai dan mantan suami fried membawa sang putri yang masih berusia 3 tahun, Fried tidak kuat menghadapi ini, karena depresi putrinya dibawa kabur akhirnya friedman menjadi pecandu obat-obatan terlarang. Fried mencoba bangkit dengan menjalin hubungan dengan Frank seorang pegawai kontruksi, secara perlahan ternyata bisa memperbaiki hidup yang ia jalani. Sayangnya malang terus berdatangan, ternyata rumah mewah di Amityville, Long Island yang dibeli Fried dan Frank hilang dari genggaman saat Amerika Mengalami Resesi.
“Kekhilafan jadi kambing hitam. Kami menghambur-hamburkan uang ibuku seperti orang gila waktu aku muda” ungkap Friedman.
Sekarang kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kecerobohan di masa muda Friedman membuat kekayaan tu hanya tinggal kenangan. Sekarang pewaris tahta perusahaan tekstil tersebut menjadi gelandangan di usianya yang sudah menginjak 63 tahun. Harapan hidup tenang dimasa tua kini terpaksa mereka lupakan. Apa yang dialami Friedman bisa terjadi oleh siapa saja, itulah mengapa kita harus selalu was-was dalam menjalani hidup apalagi di usia muda.
Pepatah Mengatakan Hidup Ini Seperti Roda yang Berputar Kadang di Atas Kadang Dibawah
Setelah membaca sedikit tentang kisah Fried akhirnya mata kita terbuka bahwa pepatah ini benar kenyataanya. Terkadang dalam hidup segalanya bisa begitu mudah, sehingga segala apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan tanpa berjuang, namun di lain sisi hidup kadang terasa sangat sulit hingga membuat kita berpikir kalau Tuhan itu tidak adil. Sebenarnya dalam menjalani hidup adalah selalu mensyukuri dan menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepada kita agar kita bisa hidup bahagia walau dalam kesederhanaan.
Sukses di Usia Muda Lalu Banyak Harta Bisa Membuat Kita Lupa Akan Dunia dan Akhirat
Setiap anak muda yang mampu meraih kesuksesaan diantara teman sebayanya pasti akan merasa sangat bangga, beli ini itu mudah tidak perlu lagi berpangku tangan kepada orang tua. Tapi kita juga perlu mengingat bagaimana dulu kita merintis kesuksesan dari bawah, karena apabila kita tidak melihat kebelakang sebelum kita sukses, kita bisa menjadi sombong akan harta yang kita miliki. Agar kesombongan tidak hinggap di hati, kita bisa membagikan harta kita pada orang yang membutuhkan supaya kita selalu ingat kalau kita pernah seperti mereka dulu.
Sikap Ceroboh di Usia Muda Bisa Membuat Kita Buta dan Hanya Akan Menuruti Hawa Nafsu
Manusia memang tempatnya salah dan dosa, jadi wajar saja apabila sikap ceroboh bisa dialami oleh siapa saja. Tapi bukan berarti kita harus pasrah akan hal ini, usia muda memang masa-masa dimana kita sering membuat kecerobohan karena kurangnya pengalaman hidup. Dari usia mudalah kita harus mulai menggali pengalaman sebanyak mungkin, terutama dalam menata keuangan. Karena sikap ceroboh seperti menghambur-hamburkan uang tidak akan membuat uang itu kembali kecuali bekerja keras kembali.
Jangan Menyerah Akan Kesulitan Hidup Seperti Fried dan Frank. Meski Kehialngan Harta Mereka Masih Memiliki Satu Sama Lain
Friedman memang sudah kehilangan suluruh kekayaanya, tapi di kondisi-kondisi sulit seperti sekarang setidaknya Fried masih memiliki Frank, Frank rela berbagi tempat tidur dengan atap bintang di Central Park. Meski Frank bertemu Fried dalam kondisi kaya raya dia tidak pergi meninggalkannya setelah hartanya habis. Disini kita bisa mengambil nilai agar selalu membagi kebahagian dan kesedihan kita dengan orang-orang yang menyayangi kita seperti : keluarga, teman, sahabat hingga kekasih. Kita tidak boleh melupakan cinta karena harta, karena cinta tidak dapat dibeli dengan harta.





